Asia 24 News

Dapatkan informasi dan berita hangat teraktual kawasan Indonesia dan Asia

7 Negara yang Tidak Pernah Akur di Dunia dari Dulu Hingga Saat Ini

7 Negara yang Tak Pernah Akur: Sejarah Konflik yang Tak Pernah Usai

Konflik antar negara adalah fenomena yang telah berlangsung sepanjang sejarah. Di sisi lain, ada negara-negara yang meskipun bertetangga atau memiliki hubungan diplomatik, tetap terjebak dalam permusuhan tanpa akhir. Dalam artikel ini, kita akan membahas 7 negara yang tidak pernah akur, dari dulu hingga kini, yang sering kali terlibat dalam pertikaian — baik secara langsung maupun melalui saluran politik internasional. Setiap negara ini memiliki cerita panjang tentang ketegangan, sejarah perang, dan ketidaksepakatan yang seakan tak ada ujungnya.


1. India dan Pakistan: Konflik Tak Pernah Usai Sejak Pemisahan

Hubungan antara India dan Pakistan adalah salah satu yang paling terkenal dan paling lama dalam sejarah konflik antar negara. Sejak pemisahan India pada tahun 1947, kedua negara ini telah terlibat dalam tiga perang besar. Utamanya, penyebab utama konflik adalah status wilayah Kashmir yang diperebutkan.

Selain itu, perbedaan agama — dengan India mayoritas Hindu dan Pakistan mayoritas Muslim — turut memperburuk ketegangan. Hingga kini, pergeseran politik dan kepemilikan senjata nuklir menjadikan konflik ini sangat berisiko bagi stabilitas kawasan.


2. Israel dan Palestina: Konflik Sejak Abad Ke-20

Konflik antara Israel dan Palestina merupakan contoh klasik dari konflik berkepanjangan. Sejak pembentukan negara Israel pada 1948, hubungan kedua belah pihak memburuk drastis. Sementara itu, klaim atas wilayah dan hak-hak rakyat Palestina terus menjadi inti permasalahan.

Meskipun begitu, berbagai upaya perdamaian seperti Proses Oslo telah dilakukan. Namun sayangnya, konflik dan kekerasan masih terus berlangsung hingga saat ini.


3. Korea Utara dan Korea Selatan: Dua Negara, Satu Semenanjung yang Terpecah

Setelah Perang Korea (1950–1953), Korea Utara dan Selatan resmi terpisah. Akibatnya, tidak ada perjanjian damai resmi yang disepakati hingga kini. Kedua negara berada dalam kondisi gencatan senjata permanen.

Baca juga : Mobil Sport Listrik 2025: Cepat & Ramah Lingkungan

Di satu sisi, Korea Selatan berkembang sebagai negara demokratis. Sementara itu, Korea Utara tetap menjadi negara tertutup dan otoriter. Meskipun ada beberapa dialog, hubungan kedua negara tetap membeku.


4. Amerika Serikat dan Kuba: Sejarah Perang Dingin yang Membekukan Hubungan

Sejak Revolusi Kuba tahun 1959, hubungan antara AS dan Kuba terus memburuk. Apalagi, setelah Fidel Castro memimpin dengan ideologi komunis, AS merasa terancam secara ideologis dan strategis.

Puncaknya terjadi saat Krisis Rudal Kuba 1962, yang hampir memicu Perang Dunia III. Walaupun hubungan sempat membaik di masa pemerintahan Obama, embargo tetap diberlakukan, dan ketegangan politik tak sepenuhnya hilang.


5. Rusia dan Ukraina: Konflik Berdarah yang Belum Usai

Awalnya, Ukraina adalah bagian dari Uni Soviet. Namun, sejak kemerdekaannya, hubungan dengan Rusia menjadi sangat kompleks. Khususnya setelah aneksasi Crimea oleh Rusia pada 2014, hubungan kedua negara semakin memanas.

Lalu pada 2022, invasi skala penuh oleh Rusia memperparah konflik. Sementara negara-negara Barat menjatuhkan sanksi, Ukraina tetap berjuang mempertahankan kedaulatannya.


6. Armenia dan Azerbaijan: Pertikaian Teritorial yang Tak Pernah Usai

Sejak runtuhnya Uni Soviet, Armenia dan Azerbaijan memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh. Konflik ini pun berulang kali memicu perang terbuka.

Walaupun sudah ada beberapa kesepakatan gencatan senjata, ketegangan tetap tinggi. Dengan demikian, konflik ini belum menunjukkan tanda-tanda akan benar-benar berakhir.


7. China dan Taiwan: Isu Kedaulatan yang Belum Terpecahkan

Berbeda dari konflik lainnya, isu antara China dan Taiwan lebih fokus pada kedaulatan politik. China bersikeras bahwa Taiwan adalah provinsi yang memisahkan diri, meskipun Taiwan memiliki sistem pemerintahan sendiri.

Meskipun begitu, banyak negara besar enggan secara resmi mengakui kemerdekaan Taiwan karena tekanan diplomatik dari China. Seiring meningkatnya kekuatan militer China, ketegangan pun makin terasa.


Kesimpulan

Singkatnya, konflik yang berkepanjangan ini menunjukkan bahwa perbedaan politik, agama, sejarah, dan identitas nasional bisa menjadi akar konflik yang sulit diselesaikan. Dari India–Pakistan hingga China–Taiwan, daftar negara yang tidak pernah akur ini mengingatkan kita bahwa perdamaian dunia masih penuh tantangan.

Baca juga : Mobil Sport Listrik 2025: Cepat & Ramah Lingkungan