Saat rapat kabinet pekan ini, Donald J. Trump terekam kamera tampak tutup mata dan hampir tertidur — sebuah titik perhatian baru dalam debat soal stamina dan responsivitas sang presiden. Momen “ngantuk berat” ini menjadi sorotan global, memunculkan berbagai pertanyaan terkait kondisi dan kredibilitasnya.
Kekataman Mata di Tengah Rapat: Apa yang Terjadi?
- Rapat berlangsung di Gedung Putih pada Selasa, 2 Desember 2025, dihadiri Trump dan seluruh kabinet
Reaksi Publik & Kritik Melejit
Beberapa komentator menilai insiden ini bisa merusak citra dan wibawa pemerintahan.
Bantahan dari Gedung Putih
Menanggapi kericuhan, juru bicara resmi menyatakan bahwa meskipun Trump sempat terlihat “lelah”, dia tetap mengikuti jalannya rapat dan aktif dalam sesi tanya jawab serta keputusan. Menurut mereka, “penutupan mata” hanyalah refleksi kelelahan normal — bukan tanda ketiduran sungguhan.
Tetapi, setidaknya untuk sebagian publik dan media, klarifikasi itu belum mampu menggulung kesan bahwa ada momen “ketiduran” di tengah rapat penting negara.
Implikasi Politik dan Persepsi Publik
Insiden ini datang di saat sensitif — jabatan presiden, tekanan global, dan ekspektasi publik tinggi. Jika persepsi muncul bahwa presiden rentan terhadap kelelahan atau kurang tanggap, hal itu bisa dimanfaatkan oleh lawan politik atau mempengaruhi kepercayaan masyarakat.
Terlebih, reputasi Trump pernah dibangun dengan mengejek lawan sebagai “lelet” atau “pemalas”. Kini, video rapat kabinet bisa menjadi titik balik media dan oposisi untuk mempertanyakan kelayakan dan stamina kepemimpinannya.
Baca juga : Harga Mobil Listrik Januari 2025: Kabar Terbaru & Rentang Harga












